08/02/10

praktikum uji makanan



UJI MAKANAN
Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.
Untuk mengetahui kandungan zat nutrient yang terdapat dalam bahan makanan digunakan indicator uji makan
an yang biasa dikenal dengan istilah reagen. Beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrient dalam makanan adalah:
1. Lugol / kalium yodida
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung)
2. Benedict / fehling A dan Fehling B
Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida dan di sakarida)
3. Millon / Molisch / Biuret
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein
4. Sudan III / etanol / kertas buram
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak / minyak
5. Metilen Blue
Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung vitamin C

Bahan makanan mengandung nutrient penting yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energy, bahan pembangun tubuh, mengganti jaringan tubuh yang rusak dan pengaturan segala kegiatan fisiologis tubuh.
Jenis nutrient yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar adalah karbohidrat, lemak dan protein, sedangkan yang diperlukan dalam jumlah sedikit adalah vitamin dan mineral
Apakah bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari telah terkandung semua jenis nutrient yang dibutuhkan tubuh?
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis nutrient yang terkandung pada bahan makanan dan membedakan kualitas kandungan nutrient pada beberapa bahan makanan.

Alat dan bahan:
1. Tabung reaksi dengan raknya
2. Bahan makanan (nasi, ubi, pisang, jeruk manis, roti, biscuit, putih telur, susu, margarine dan minyak)
3. Pipet tetes
4. Mortar (alu) dan pestle (lumping)
5. Spatula
6. Pembakar Bunsen
7. Penjepit tabung reaksi
8. Kertas buram
9. Korek api
10. Tisu / serbet
Cara kerja:
1. Uji Kandungan karbohidrat (amilum)
- Geruslah secara terpisah nasi, ubi biscuit, roti dan pisang dengan menggunakan mortal dan pestle
- Tambahkan air untuk memudahkan penggerusan
- Masukkan masing-masing 2 ml ekstraks makanan kedalam tabung reaksi
- Masukkan juga pada masing-masing tabung reaksi susu, putih telur, minyak dan margarine
- Tambahkan 5 tetes larutan KI / lugol kedalam masing-masing tabung reaksi
- Catat warna dasar dari bahan makanan dan warna dasar reagen KI
- Amati dan catat perubahan yang terjadi
- Rumuskan kesimpulanmu tentang percobaan ini!

2. Uji Kandungan gula
- Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat
- Tambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam masing-masing tabung reaksi
- Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagent benedict
- Amati dan catat semua perubahan yang terjadi

3. Uji kandungan protein
- Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat
- ambahkan 5 tetes larutan benedict kedalam masing-masing tabung reaksi
- Catat warna dasar bahan makanan dan warna reagent biuret
- Amati dan catat semua perubahan yang terjadi

4. Uji Kandungan lemak
- Lakukan langkah yang sama seperti kegiatan uji kandungan karbohidrat

- Oleskan bahan pada kertas buram
- Amati dan catat semua perubahan yang terjadi

Tabel Hasil Pengamatan
Reagent Nasi ubi biscuit roti Pisang susu Putih telur minyak margarin Keterangan
Lugol
Benedict
Biuret
Kertas buram
Ket: Banyak : + + +
Sedang : + +
Sedikit : +
Tidak ada : -
Pertanyaan
1. Berdasarkan hasil pengamatan, beberapa bahan makanan yang ditetesi dengan reagen uji makanan menunjukkan ada yang berubah warna ada yang tidak. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
2. Bahan makanan apa saja yang mengandung amilum dan apa buktinya?
3. Bahan makanan apa saja yang mengandung glukosa dan apa buktinya?
4. Bahan makanan apa saja yang mengandung protein dan apa buktinya?
5. Rumuskanllah kesimpulanmu tentang percobaan ini, dan buat laporan kegiatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar